Cinta yang Harus Kutinggalkan, Bukan Karena Tidak Sayang… Tapi Karena Ingin Benar
Ada satu bagian dalam hidup yang tidak pernah mudah untuk kuceritakan… tentang rasa yang pernah begitu kuat, begitu hangat, begitu membuat hati hidupnamun akhirnya harus kutinggalkan. Bukan karena rasa itu hilang, bukan karena lelah, dan bukan karena berhenti sayang… tapi karena aku sadar, ada sesuatu yang salah dalam cara mencintai.
Aku pernah begitu bahagia. Ada perhatian, ada tawa, ada rasa saling membutuhkan. Tapi pelan-pelan, aku juga merasakan takut. Takut karena hati ini menjadi terlalu bergantung pada sesuatu yang bisa pergi kapan saja. Takut karena rasa ini semakin sering membuatku lupa, bahwa cinta seharusnya tidak membuatku jauh dari Allah.
Dan di situlah semuanya mulai terasa sangat sakit.
Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada meninggalkan sesuatu yang sebenarnya sangat diinginkan. Tidak ada yang lebih berat daripada merelakan, padahal hati masih menggenggam erat. Tapi aku juga belajar… terkadang, melepaskan bukan karena tidak kuat bertahan, tapi karena tidak ingin terus berada di jalan yang salah.
Jika aku bertahan dengan cara yang indah, mungkin kita tidak akan pernah benar-benar berani melepaskan. Jadi aku memilih menjadi “jahat” di cerita kita, agar kita sama-sama bisa berhenti sebelum semakin jauh.
Allah berfirman:
“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu…”(QS. Al-Baqarah: 216)
Terkadang Allah memisahkan bukan karena benci, tapi karena sayang. Dia tidak ingin kita hancur lebih jauh. Dia ingin kita kembali belajar mencintai dengan cara yang lebih terhormat, lebih tenang, lebih diridhai.
Jika suatu hari nanti Allah mempertemukan lagi dalam keadaan lebih baik, biarlah takdir yang menjawab. Jika tidak, semoga rasa ini menjadi doa, bukan dosa. Menjadi pelajaran, bukan penyesalan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar